Petani

Petani

Para Petani bisa mengajukan klaim asuransi jikalau merasa rugi karena tanaman padinya kebanjiran. Petani di Desa Pucuk, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Terpaksa memanen padi lebih awal dari jadwal masa panen untuk menghindari kerugian karena lahannya tergenang air kebanjiran. Saat musim penghujan, lokasi setempat memang dipastikan terendam air. Hal ini dikarenakan karakter lahannya berada di kawasan rawa dataran rendah. Hanya untuk musim ini berbeda. Genangan airnya lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya.  

Alhasil, untuk menghindari kerugian yang lebih besar petani memanennya lebih awal dari jadwal masa panen. Menurut perhitungan petani seharunya jenis tanaman budidaya ini membutuhkan waktu seminggu lagi untuk dipanen. Potongan padi itu kemudian ditaruh di atas terpal yang digunakan untuk proses pengangkutan, bentuknya seperti perahu. Setelah tumpukan padi di terpal itu penuh, selanjutnya dibawa ke tempat yang lebih tinggi untuk dilakukan proses perontokan, atau memisahkan butir padi dari batangnya. 

 

Bisa Klaim Asuransi

Menanggapi hal tersebut, Rujito, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan menjelaskan ada sekitar 600 hektar luas sawah yang terendam banjir. Perhitungan tersebut tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Lamongan. Meskipun kondisi padi banyak yang terendam banjir, katanya, hal tersebut tidak mempengaruhi kualitas gabah petani. Karena menurutnya usia padi yang terendam memang sudah waktunya untuk di panen. Hadi Sulistyo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, dikutip dari tribunnews.com menjelaskan, dari data yang dilaporkan ke provinsi tersebut belum ada lahan yang mengalami puso. Lanjutnya, tidak setiap petani mendaftarkan lahan pertanian mereka pada Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di setiap masa tanam. Karena budaya mengansuransikan lahan pertanian untuk padi di Jawa Timur masih sangat rendah.

Padahal, dengan asuransi itu petani bisa mendapatkan jaminan serangan hama, kekeringan, dan termasuk jika mengalami gagal panen karena tanaman padinya terendam banjir. Mereka akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektarnya.

“Petani masih banyak yang beranggapan bawah asuransi itu tidak penting. Hal ini karena kurang pemahaman, untuk itu kami terus turun melakukan sosialisasi dan edukasi,” tuturnya.

Baca Juga : Lahan Gambut di Buka untuk Persawahan di Kalimantan, Sebagai Kehawatiran krisis pangan di platfrom TaniTernak


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian