Pertanian memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan di bumi baik kebutuhan pokok manusia atau memenuhi ketahanan pangan Indonesia.

Kebutuhan utama makhluk hidup bergantung pada produk pertanian. Animo generasi muda untuk berwirausaha di bidang pertanian terus meningkat.

Tentu saja peran petani milenial di bidang pertanian penting sekali, sebab dianggap memiliki jiwa yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital, sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pemerintah sangat mendukuk pengembangan sektor pertanian. Pemerintah memiliki tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara lumbung pangan.

Beberapa kebijakan untuk mencapai tujuan tersebut:

Pertanian Indonesia Cetak Sawah di Lahan Gambut Kalimantan

Pemerintah hingga kini terus mematangkan rencana pembukaan sawah baru atau program cetak sawah di lahan gambut Kalimantan Tengah.

Kebijakan ini dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan akibat pandemi corona. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, hingga kini sudah ada sekitar 255 ribu hektare lahan gambut yang berpotensi dikembangkan menjadi areal persawahan di lokasi tersebut.

Untuk tahap pertama di tahun ini kalau mungkin kami akan konsentrasi di 164 ribu hektare, karena penanganan di lahan rawa butuh tenaga ekstra. 

Tidak seperti lahan sawah di Jawa atau lahan di dataran rendah dan gunung, dia (gambut) butuh perhatian khusus

Wacana pembukaan sawah baru ini datang dari arahan Presiden Joko Widodo untuk mengantisipasi krisis pangan dunia.

Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) sebelumnya menyatakan, krisis pangan dunia berpotensi terjadi pada April dan Mei 2020.

Krisis pangan dapat terjadi  karena rantai pasok pangan terganggu seriing kebijakan karantina wilayah (lockdown) dan pembatasan sosial berbagai negara di masa pandemi corona.

Tak hanya itu, produksi berbagai komoditas pertanian bernilai tinggi, seperti buah dan sayuran juga ikut terganggu.

Alasannya, komoditas tersebut membutuhkan banyak tenaga kerja dalam produksinya. Begitu pula dengan sektor peternakan, yang akan terpengaruh dalam hal pemenuhan pakan hewan ternak, proses penjagalan, serta pengolahan daging. Sementara komoditas bahan pokok yang padat modal relatif tak terpengaruh.

Pertanian Indonesia oleh Bulog Targetkan Panen Raya

Musim panen raya padi akan berlangsung pada April hingga Mei mendatang. Perum Bulog menargetkan bisa melakukan penyerapan atau pembelian beras daru petani sebanyak 577 ribu ton setara beras.

Secara rinci, Bulog mengungkapkan penyerapan selama April ditargetkan bisa mencapai 222 ribu ton setara beras.

Pada Mei, serapan beras ditargetkan mencapai 207 ribu ton setara beras dan pada Juni setara 148 ribu ton beras.

Adapun, target pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) selama setahun mencapai 950 ribu ton. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),  puncak panen tahun ini terjadi pada April.

Panen tersebut mundur sebulan dibandingkan dengan puncak panen pada 2018 dan 2019 pada Maret.

BPS juga mencatat, luas panen dan produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada Januari hingga Mei tahun 2020 merupakan yang terendah dibandingkan luas panen dan produksi tiga tahun terakhir di periode yang sama.

Bulog akan menyerap beras tersebut dalam bentuk GKG untuk meminimalisir risiko kerusakan, dapat disimpan dalam jangka waktu lebih lama, serta memperoleh beras yang baik dengan kualitas premium.

Selanjutnya, izin penggilingan akan diterbitkan secara simultan bagi kantor wilayah yang memiliki stok jumlah CBP rendah sehingga dapat dilakukan secara langsung.

Dalam menyerap beras tersebut, Bulog juga membentuk tim satuan kerja tim pengadaan di dalam negeri di setiap kantor kerja wilayah dan kantor cabang pembantu.

Setiap tim akan dilengkapi alat pengatur kualitas gabah, seperti tester kualitas air dan tester analisa gabah. Selain itu, Bulog melakukan kerja sama on farm dengan instansi maupun mandiri. Hal ini agar Bulog mendapatkan pasokan gabah dengan harga kompetitif.

Kemudian, Bulog juga melakukan kerja sama dengan penggilingan swasta untuk pengolahan gabah, serta pendayagunaan infrastruktur.

Guna menjamin kualitas gabah, Bulog juga melakukan pemetaan atau mapping calon supplier yang akan memasok gabah atau beras.

Pertanian Indonesia Garap Sawah Baru di Kalimantan Tengah

Pemerintah akan membuka lahan persawahan baru dalam mengantisipasi peringatan dari Food and Agriculture Organization (FAO) tentang kemungkinan terjadinya krisis pangan akibat pandemi Covid-19.

Persawahan baru tersebut akan dibuka di Kalimantan Tengah dengan kisaran luas mencapai 255 ribu hektare (ha). 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian siap untuk menjalankan proses kajian pembukaan sawah baru.

Setelah dikaji, Kementerian Pertanian (Kementan) pun sudah siap menangani pengembangan lahan tersebut, khususnya lahan rawan gambut seluas 164 ribu ha.

Belajar dari kegagalan yang lalu adalah kita kekurangan petani di situ, sehingga setelah selesai serbuan tanah, satu musim ditinggalkan oleh petaninya, jadi lahan itu tertinggal lagi.

Maka itu, kami berharap di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian, kita akan mempersiapkan dengan lebih matang, dan juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Pertanian Indonesia Disiapkan Rp 34 Triliun untuk UMKM, Petani dan Nelayan 

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjelaskan melelalui program subsidi bunga kredit bisa membatu para nelayan dan petani miskin untuk meneruskan usahannya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan pemerintah saat ini sudah menyiapan Rp 34 triliun untuk merelaksasi pembayaran angsuran dan subsidi bunga kredit untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyatakan, langkah yang paling penting setelah menerapkan sejumlah relaksasi kredit untuk membantu UMKM terdampak pandemi Covid-19, ialah melakukan pembekalan keahlian di bidang teknologi informasi (IT).

Cara ini bagian dari transisi menuju skema new normal akibat pandemi covid 19. fase pemulihan nanti kementerian akan menggenjot transformasi UMKM dari offline ke online.

Melalui kerjasama dengan sejumlah platform besar untuk menggerakkan transformasi ini. Saat ini langkah awal yang dilakukan pemerintah dalam membantu keberlangsungan bisnis UMKM adalah dengan mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos).

Bahkan, sampai September 2020, pemerintah masih mempunyai sumber pendanaan. Jika lewat dari September akan semakin membebani APBN, dan akan sulit juga menerbitkan surat utang.

Guna menjaga keberlangsungan UMKM, menurut Teten, saat ini antar kementerian sudah diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk membentuk struktur pemulihan bagi dunia usaha. Dengan menggandeng Kementerian Keuangan dan OJK untuk memantau stimulus pembiayaan lewat perbankan.

 -Terima Kasih-

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian