pertanian

pertanianlahan

Penyedian lahan Desa Gelebak Dalam sebagai laboratorium pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan, harus segera ditindaklanjuti. Perlu ditanggapi berbagai pihak terkait, dikerjasamakan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Handoyo, peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim. Badan Litbang dan Inovasi KLHK mengatakan, kegiatan ini bagus untuk etalase praktik pemanfaatan lahan. Lebih baik lagi jika yang diujicobakan adalah usaha tani lokal atau tempatan yang sudah terbukti bisa menjadi sumber penghidupan dan ramah secara ekologis.

Terkait gambut, memang harus tetap difungsikan sebagai lahan basah, seperti perikanan dan pesawahan. Dr. Sarno, peneliti lahan basah dan mangrove dari Universitas Sriwijaya mengatakan, penyediaan lahan oleh Desa Gelebak Dalam sangat menarik, juga bagus. Apalagi ada lahan basahnya. Kalau bisa, rawa gambutnya sebagian juga dijadikan hutan dengan tanaman khas gambut. Jangan diolah semuanya menjadi sawah dan perikanan. Lokasi itu bisa menjadi pusat studi yang dikelola perguruan tinggi atau lembaga penelitian. Sehingga manfaatnya menjadi luas.

Pihak Pendukung

Dr. Yenrizal Tarmizi dari UIN Raden Fatah Palembang menjelaskan, pihaknya siap mendukung. “Kami akan mengirim mahasiswa untuk praktik kerja dan juga KKN di sana. Kami ada mata kuliah komunikasi lingkungan, yang akan kami kirim ke sana untuk praktik,” katanya, Rabu [09/6/2020]. Tawaran Desa Gelebak Dalam tersebut, kata Yenrizal, merupakan upaya baik yang perlu didukung. Sebab, dapat menjadi praktik para mahasiswa untuk belajar tentang alam yang sebenarnya. Bisa dipakai untuk kuliah lapangan mahasiswa jangka panjang. Sekaligus berinteraksi dengan masyakat dan merasakan bagaimana bersama warga mengolah alam yang ada.

Dr. Tarech Rasyid, kandidat Rektor Universitas IBA [Ida Bajumi] Palembang, menyatakan, ini gagasan luar biasa. Jarang sebuah desa memiliki komitmen dalam pengembangan dunia pendidikan, terutama bidang pertanian, kehutanan, perikanan dan peternakan. Jadi, pantas didukung. Kami dalam waktu dekat berencana membangun kerja sama dengan desa tersebut, terkait tawarannya. Pengembangan ilmu pengetahuan memang sangat erat dengan laboratorium atau pusat-pusat penelitian di perguruan tinggi. Interaksi desa dengan perguruan tinggi kelak akan berdampak bagi kemajuan  pembangunan pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan di desa. Sebab, bila perguruan tinggi membuat laboratorium atau pusat penelitian untuk mahasiswa di desa, diharapkan bermanfaat bagi kemajuan desa tersebut.

Di lain sisi, kehadiran perguruan tinggi dapat dimaknai selain sebagai wujud tridharma perguruan tinggi yakni penelitian, pengabdian dan pendidikan, juga dapat dikembangkan menjadi desa ecoedoturism. Menuju desa ecoedotourism tentunya tentunya mahasiswa dapat terlibat dalam pembangunan desa. Terutama dalam hal pemilihan jenis tanaman di bidang pertanian dan kehutanan. Di lain sisi, dapat juga dikembangkan perikanan dan peternakan ramah lingkungan.

Baca juga : Lahan Pertanian Untuk Milenial di TaniTernak


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian