Krisis

Krisis

Betahan di masa krisis dengan bertani dan beternak harus dilakukan di Indonesia. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ancaman krisis pangan di dunia, terutama di Indonesia tidak main-main. Oleh karena itu pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi agar krisis pangan tidak terjadi di Indonesia. Airlangga menjelaskan US Departement of Agriculture (USDA) International Grains Council (IGC) memproyeksikan bahwa produksi padi global pada 2019/2020 menurun 0,4% sampai 0,5%, dibandingkan dengan produksi pada 2018/2019.

Dalam presentasi yang dipaparkan Airlangga. Tercatat realisasi padi secara global yang tercatat oleh IGC pada 2019-2020 diproyeksikan sebesar 498 juta ton atau lebih rendah dari realisasi 2018-2019 yang mencapai 500,1 juta ton. Sementara USDA memproyeksikan produksi padi secara global pada sepanjang 2019-2020 mencapai 493,8 juta ton atau lebih rendah dari realisasi produksi padi secara global pada 2018-2019 yang mencapai 496,5 juta ton.

Bupati Semarakkan Cocok Tanam.

Bupati Kutai Barat FX.Yapan mengajak tokoh masyarakat, agama dan adat serta pemerintahan dari pemerintahan kampung sampai kabupaten menggiatkan bercocok tanam kepada masyarakat guna betahan di masa krisis . Hal ini guna menghindari dan mengantisipasi krisis pangan akibat terus meningkatnya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kutai Barat.

“Mari bercocok tanam tanaman pangan seperti tanaman singkong, ubi, jagung, dan juga sayuran serta budidaya ternak. Kita terus beraktifitas jadi tetap sehat sembari produktif kalau sudah musimnya saya minta juga untuk tanam padi. Lahan masyarakat luas manfaatkan dengan optimal” kata Bupati Kutai Barat FX.

Menurut Bupati, walaupun saat ini stok sembako di Kubar masih aman dan harga masih relatif stabil tetapi masyarakat diimbau berusaha memanfaatkan pekarangan dan ladang dengan bercocok tanam.”Bercocok tanam ini budaya nenek moyang dan leluhur kita, mari kita lestarikan. Saya teringat kata kakek nenek dulu, walaupun kalian sudah kaya dan mampu jangan lupa bercocok tanam,”.

Pemerintah terus awasi harga dan stok jangan ada yang memainkan harga. “Harga dan stok sembako di Kubar cukup aman dan tersedia, pemerintah melalui Disdakop terus awasi dan pantau. Jangan ada penjual yang memanfaatkan dan memainkan harga atau menimbun,” tandasnya.

Imbauan untuk bercocok tanam ini juga dituangkan orang nomor satu Kubar ini dengan menerbitkan surat imbauan pada tanggal 23 April untuk tetap bercocok tanam kepada para Camat, Kepala Kampung, Petugas Penyuluh Pertanian untuk menggerakkan dan memotivasi masyarakat untuk bertani dan berkebun menanami lahan dengan tanaman pangan, hortikultura dan palawija.

Baca juga : Dunia Peternakan di Indonesia Mengalami Fluktuasi dalam Beberapa Tahun Terakhir

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian