Indukan Sapi

Indukan Sapi

Produksi ternak akan baik bila proses reproduksi berjalan dengan normal. Sebagai peternak kita harus mengerti tentang ciri indukan sapi yang bagus. Karena indukan sapi yang bagus itu memiliki kemampuan reproduksi yang baik. Semakin baik kemampuan reproduksinya maka semakin tinggi pula produktivitas ternak dan mengasilkan anak yang bagus pula.

Pada hakikatnya produksi di bidang peternakan hanya dapat diperoleh bila ada proses reproduksi. Efisiensi reproduksi yang tinggi dengan produktivitas ternak yang tinggi dapat diperoleh bila kemampuan reproduksi bagus disertai dengan pengelolaan ternak yang baik.

Tata laksana reproduksi yang baik akan menghasilkan efisiensi reproduksi yang baik pula. Tata Laksana meliputi pemberian ransum pakan induk yang sedang laktasi, kondisi lingkungan yang serasi, deteksi birahi yang baik, menentukan waktu yang tepat untuk dikawinkan, teknik perkawinan yang baik, dan pengelolaan terhadap uterus setelah melahirkan.

Ciri Indukan Sapi Yang Bagus
  1. Warna tubuh sesuai dengan bangsanya. Sapi PO harus berwarna putih, sapi Madura harus berwarna coklat, sapi Bali betina harus berwarna merah bata. Serta yang jantan saat telah dewasa berwarna hitam.
  2. Bentuk dan ukuran antara kepala, leher dan tubuh ternak harus serasi.
  3. Tidak tampak adanya cacat tubuh yang dapat menurun, baik yang dominan (terjadi di sapi yang bersangkutan) maupun yang resesif (tidak terjadi di sapi yang bersangkutan, tetapi terjadi di sapi tetua dan atau di sapi keturunannya).
    Sebisa mungkin menghindari indukan yang mempunyai cacat fisik karena kemampuan produksi maupun reproduksinya tidak optimal.
  4. Kondisi sapi sehat yang ditunjukkan dengan mata yang bersinar, gerakannya lincah tetapi tidak liar. Selain itu tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan pada organ reproduksi luar, serta bebas dari penyakit menular terutama yang dapat disebarkan melalui aktifitas reproduksi.
  5. Tingkat pertambahan dan pencapaian berat badan ternak pada umur tertentu dapat optimal.
    Sapi induk yang ideal digunakan yaitu dimulai pada umur sekitar 18–24 bulan. Ditandai dengan mulai bunting yang pertama. Kemudian harus sudah dikeluarkan sebagai indukan pada umur sekitar 6–7 tahun atau sudah beranak 4–5 kali.
  6. Sapi pejantan ideal yang digunakan dimulai pada umur sekitar 24–28 bulan yaitu ditandai dengan mulai intensifnya mengawini sapi-sapi betina. Pejantan kemudian harus sudah dikeluarkan sebagai pejantan pada umur sekitar 5–6 tahun.
    Untuk mempertahan kan kemampuan membuntingi sapi indukan, maka seekor sapi jantan yang telah intensif menjadi seekor pejantan dapat digunakan untuk mengawini 10–15 indukan pada sistem perkawinan alam di kandang kelompok. Atau bisa juga 15–20 indukan per bulan pada sistem perkawinan alam di kandang individu.
  7. Sapi jantan memiliki kualitas sperma dan libido yang bagus.
  8. Ternak sapi yang digunakan sebagai indukan tidak boleh terlalu gemuk, biasanya ternak yang gemuk untuk sapi betina akan majer atau mandul.

Baca juga : Bibit Sapi Unggul Untuk Usaha Penggemukan Ternak


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian