Potensi pertanian dan peternakan di Indonesia jauh lebih kaya dibandingkan di Eropa. Betapa tidak, Eropa memiliki suhu dan iklim yang berubah-ubah dan sangat ekstrim sepanjang tahun. Kualitas tanah di Eropa juga berbeda dengan di Indonesia. Melihat kondisi tersebut orang Eropa berpikir agar lebih kreatif mengelola sumber daya alam mereka dari industri pertanian dan peternakannya. Segala macam teknologi digunakan untuk memberikan hasil yang maksimal dalam sektor ini, karena mereka yakin tanpa pertanian dan peternakan manusia akan punah, karena kita tiap hari butuh makan.

Baca juga : Ternak Sapi, Analisa Modal dan Keuntungan

peternakan

peternakan

Peternakan dan Pertanian di Eropa

Italia adalah salah satu negara di Eropa yang menghasilkan banyak produksi pertanian dan peternakan. Penduduk Italia yang berjumlah sekitar 60 juta orang tersebut (data tahun 2017) mengatakan bahwa Italia telah mencukupi kebutuhan akan pangannya. Bicara mengenai Italia memang negara ini unik karena memilki suhu yang lebih hangat dibanding negara-negara di Eropa lainnya. Suhu berkisar 10-15 derajat celsius di musim dingin dan 25-35 derajat celcius di musim panas. Menurut sensus pertanian Italia tahun 2010 ada sekitar 1,6 juta lahan pertanian di Italia yang mencakup 12,7 juta hektare lahan. Sekitar 63-65 persen nya berada di selatan Italia. Pertanian gandum sekitar 31 persen, pertanian zaitun sekitar 10-11 persen, pertanian lain seperti anggur dan buah-buahan sekitar 7-10 persen. Sedangkan pada sayur-sayuran Italia memproduksi sekitar 8-10 persen. Tidak hanya itu Italia juga memproduksi bahan pakan asal gandung sekitar 15 persen, dan hijauan untuk pakan ternak sekitar-25-26 persen.

Sektor peternakan menjadi sektor yang cukup di perhatikan oleh negara Italia. Saya berkesempatan untuk datang ke salah satu peternakan kerbau pemerintah yang mana memproduksi susu, keju, dan mozarela. Peternakan milik pemerintah ini di jadikan pusat penelitian ternak khususnya kerbau yang berlokasi di Monterontodo, Italia. Tempat ini kerap kali dijadian tempat pelatihan untuk para peternak dan penelitian untuk civitas akademika, tidak hanya itu Monterontodo juga sering dijadikan tempat konferensi internasional khusus dalam bidang peternakan kerbau.

Baca juga : Beternak Sapi di Australia, Indonesia Harus Belajar


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian