beternak sapi

beternak sapi

Beternak Sapi di Australia merupakan sumber dari penghasilan masyarakat Australia. Australia adalah salah satu negara produsen sapi dan domba terbesar di dunia. Lebih dari 60% produksi peternakannya di ekspor ke luar negeri, termasuk ke Indonesia. Bahkan Indonesia merupakan negara yang paling banyak menyerap komoditas peternakan dari Australia. Selain daging dan susu, bahan wool (bulu domba) merupakan komoditas peternakan utama di Australia yang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan nasionalnya.

Setiap sapi dilengkapi dengan mark atau sensor yang ditempelkan di punggung dan berfungsi untuk pergerakan serta pertumbuhan sapi di ladang. Dengan begitu semua sapi bisa dideteksi  dilayar monitor. Monitor ini juga berfungsi untuk memantau umur sapi, berat sapi, ataupun jika ada sapi yang mati agar bisa segera ditangani. Beternak sapi di Australia memang benar-benar beda dibandingkan dengan di tanah air yang produktivitasnya masih rendah.

Baca juga : Beternak Sapi Dengan Benar, Langkah – Langkahnyaa

Tempat Penangkaran

Situasinya sangat berbeda dengan di tanah air, terutama di Jawa, petani umumnya hanya memiliki 2-5 ekor sapi. Sapi umumnya dipelihara di dalam kandang dengan perawatan intensif dalam hal tenaga kerja, tapi produktivitasnya masih rendah. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Tengah memang ada padang penggembalaan sapi yang relatif luas, tapi petani disini umumnya membiarkan lahan dan sapinya hidup apa adanya, sehingga produktivitasnya juga rendah.

Mekanisasi Pengolahan

Pengelolaan lahan penggembalaan yang sangat luas tidak mungkin menggunakan tenaga manual. Apalagi upah kerja di Australia sangat mahal sehingga solusinya adalah menggunakan peralatan mekanisasi, seperti traktor dan lain-lain, terutama untuk pengolahan tanah, pemupukan, dan penanaman benih. Umumnya petani mengolah lahan menjelang musim panas (musim hangat) sehingga saat musim panas tiba rumput tumbuh dengan baik dan cepat sebagai sumber pakan yang bisa langsung dimakan oleh ternak. Petani di tanah air hampir tidak menggunakan alat-alat mekanisasi, apalagi untuk ternak sapi dan domba. Bahkan sebaliknya, justru banyak sapi yang digunakan seperti alat mekanisasi untuk mengolah tanah sawah (membajak dan menggaru).

Perawatan Intensif

Untuk menghasilkan produktivitas tinggi, tentu sapi-sapi tersebut memerlukan perawatan yang intensif. Petani biasanya memiliki tempat khusus di pinggir lahannya untuk perawatan (Gambar 3). Tempat ini bisa menampung 100-200 ekor sapi dan dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk tes kehamilan, pengobatan termasuk vaksinasi, pemberian nutrisi khusus, dan lain-lain. Selain itu setiap ekor sapi juga dilengkapi dengan mark (sensor) yang ditempelkan di punggungnya. Sensor ini berfungsi agar pertumbuhan dan pergerakan sapi di ladang penggembalaan dapat dideteksi di layar monitor. Hal ini sangat penting terutama untuk memonitor umur dan berat sapi serta bila ada sapi sakit atau mati bisa langsung ditanggulangi.

Baca juga : Ternak Sapi, Analisa Modal dan Keuntungan

 

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian